POLRES KEDIRI

TANGGAP COVID-19

Kami Siap dan Siaga Menangani COVID-19
Masyarakat tetap Tenang dan Waspada
“COVID-19 BISA SEMBUH”.

LAYANAN INFORMASI

EMERGENCY CALL

SIAGA 24 JAM

POLRES KEDIRI akan selalu siaga 24 jam bersama Tim Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Kediri yang telah dibentuk.

Hal ini merupakan wujud tanggung jawab dalam percepatan penanganan kasus COVID-19 di wilayah hukum POLRES KEDIRI agar kasus penyebaran COVID-19 dapat diminimalisir dengan cepat.

IMBAUAN KAPOLRES

Imbauan KAPOLRES KEDIRI Terkait COVID 19

AKBP LUKMAN CAHYONO, S.I.K, M.H.

KAPOLRES KEDIRI

AKBP LUKMAN CAHYONO, S.I.K, M.H.

Peta Sebaran COVID-19 Kabupaten Kediri

(Titik Lokasi Semua Kecamatan di Kabupaten Kediri)

~ DAFTAR ALAMAT DAN KONTAK SEMUA POLSEK DI WILAYAH HUKUM POLRES KEDIRI ~


1. POLSEK KANDANGAN


Alamat
Jln.Malang No.116 Ds./ Kec.Kandangan,Kab.Kediri.

No Telp.
(0354) 326 110

4. POLSEK PAPAR


Alamat
Jln. Raya Papar No. 58, Ds . Papar Kec. Papar Kab. Kediri.

No Telp.
(0354) 529 110

7. POLSEK KEPUNG


Alamat
JLN. HARINJING NO. 153 KEPUNG

No Telp.
(0354) 392 248

10. POLSEK PAGU


Alamat
Jl. JOYOBOYO NO. 135 PAGU DESA SITIMERTO KECAMATAN PAGU KABUPATEN KEDIRI.
No Telp.
(0354) 545 622

13. POLSEK GAMPENGREJO


Alamat
Jln. Jendral Suderman No. 15, Kode Pos.. 64182, Ds . Gampengrejo Kec. Gampengrejo, Kab. Kediri.
No Telp.
(0354) 682 350

16. POLSEK KUNJANG


Alamat
Jln. Brigjen Katamso 17 kunjang 64156, Ds .Kapi Kec.Kunjang Kab. Kediri.

No Telp.
(0354) 529 121

19. POLSEK NGASEM


Alamat
Jln Raya Terminal SLG Sumberejo, Ngasem, Sumberejo, Kediri, Jawa Timur 64182, Indonesia.

No Telp.
(0354) 690505

2. POLSEK PUNCU


Alamat
Jl.Puncak No.10 Puncu 64292 Dsn.Puncu Ds.Puncu Kec.Puncu Kab.Kediri.
No Telp.
(0354) 394 111

5. POLSEK NGANCAR


Alamat
Jln raya purwoasri.

No Telp.
(0354) 529 154

8. POLSEK NGADILUWIH


Alamat
Jln. Raya ngadiluwih No.87-88 Ds . Ngadiluwih Kec. Ngadiluwih Kab. Kediri.
No Telp.
(0354) 479 110

11. POLSEK RINGINREJO


Alamat
Jl. RAYA KEDIRI BLITAR NO. 51 SUSUHBANGO KODE POS 64173.

No Telp.
(0354) 413 410

14. POLSEK PLOSOKLATEN


Alamat
JLN PARE WATES NO 311 PLOSOKLATEN, DESA PLOSOLOR KECAMATAN PLOSOKLTEN KABUPATEN KEDIRI.
No Telp.
(0354) 392 504

17. POLSEK PLEMAHAN


Alamat
Jln. Merak No 1 Bogokiduk 41655, Kec. Plemahan, Kab. Kediri.

No Telp.
(0354) 529 211

3. POLSEK PARE


Alamat
Jl. Semeru 18 Pare 64211, Kec. Pare, Kab. Kediri

No Telp.
(0354) 393 789

6. POLSEK PURWOASRI


Alamat
Jln Raya Purwoasri.

No Telp.
(0354) 529 154

9. POLSEK KANDAT


Alamat
Jalan Raya Kediri – Blitar 01 Desa Kandat Kecamatan Kandat.

No Telp.
(0354) 411 110

12. POLSEK WATES


Alamat
Jln. Kelud No. 100 Ds .Tawang Kec. Wates Kab. Kediri.

No Telp.
(0354) 442 110

15. POLSEK KRAS


Alamat
Jl. Raya Kras no 268, Kec. Kras, Kab. Kediri.


No Telp.
(0354) 479 483

18. POLSEK GURAH


Alamat
Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo No.72, Gurah II, Kec. Gurah, Kab. Kediri.

No Telp.
(0354) 545 749

Data Statistik COVID-19 di Kabupaten Kediri

(Berdasarkan Data Terbaru dari DINKES Kabupaten Kediri)

Data Statistik COVID-19 di Wilayah Hukum POLRES KEDIRI

(Data Rekapitulasi Kasus COVID-19 Khusus di Wilayah Hukum POLRES KEDIRI)


Update tanggal 22 Agustus 2021, pukul 12.00 WIB
(data dapat berubah sewaktu-waktu)

 
  • SUSPEK

    Jumlah : 3.324
    A. Discarded : 26
    B. Selesai : 3.324
    C. Aktif : -
     
  • PROBABLE

    Meninggal : 170
  • KONFIRMASI

    Jumlah : 12.826
    A. Dirawat : 1.110
    - Isolasi Rumah Sakit : 397
    - Isolasi Gedung : -
    - Isolasi Mandiri : 713
    B. Sembuh : 10.706
    C. Meninggal : 1.046 

Definisi Operasional sesuai dengan Pedoman Pencegahan dan Pengendalian CORONAVIRUS DISEASE (COVID-19) Revisi ke-5 yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan RI pada tanggal 13 Juli 2020

Pada bagian ini, dijelaskan definisi operasional kasus COVID-19 yaitu Kasus Suspek, Kasus Probable, Kasus Konfirmasi, Kontak Erat, Pelaku Perjalanan, Discarded, Selesai Isolasi, dan Kematian. Untuk Kasus Suspek, Kasus Probable, Kasus Konfirmasi, Kontak Erat, istilah yang digunakan pada pedoman sebelumnya adalah Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Orang Tanpa Gejala (OTG).

  1. Kasus Suspek : Seseorang yang memiliki salah satu dari kriteria berikut:
    • Orang dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)* DAN pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah Indonesia yang melaporkan transmisi lokal**.
    • Orang dengan salah satu gejala/tanda ISPA* DAN pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi/probable COVID-
    • Orang dengan ISPA berat/pneumonia berat*** yang membutuhkan perawatan di rumah sakit DAN tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.
 

Catatan:

Istilah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) saat ini dikenal kembali dengan istilah kasus suspek.

* ISPA yaitu demam (≥38oC) atau riwayat demam; dan disertai salah satu gejala/tanda penyakit pernapasan seperti: batuk/sesak nafas/sakit tenggorokan/pilek/pneumonia ringan hingga berat

** Negara/wilayah transmisi lokal adalah negara/wilayah yang melaporkan adanya kasus konfirmasi yang sumber penularannya berasal dari wilayah yang melaporkan kasus tersebut.

Negara transmisi lokal merupakan negara yang termasuk dalam klasifikasi kasus klaster dan transmisi komunitas, dapat dilihat melalui situs https://www.who.int/emergencies/diseases/novel- coronavirus-2019/situation-reports

Wilayah transmisi lokal di Indonesia dapat dilihat melalui situs https://infeksiemerging.kemkes.go.id.

*** Definisi ISPA berat/pneumonia berat dan ARDS dapat dilihat pada tabel 5.1 di BAB V.


 
  1. Kasus Probable : Kasus suspek dengan ISPA Berat/ARDS***/meninggal dengan gambaran klinis yang meyakinkan COVID-19 DAN belum ada hasil pemeriksaan laboratorium RT-PCR.
 
  1. Kasus Konfirmasi : Seseorang yang dinyatakan positif terinfeksi virus COVID-19 yang dibuktikan dengan pemeriksaan laboratorium RT-PCR. Kasus konfirmasi dibagi menjadi 2 yaitu
    • Kasus konfirmasi dengan gejala (simptomatik)
    • Kasus konfirmasi tanpa gejala (asimptomatik)
 
  1. Kontak Erat : Orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus probable atau konfirmasi COVID-19. Riwayat kontak yang dimaksud antara lain:
    • Kontak tatap muka/berdekatan dengan kasus probable atau kasus konfirmasi dalam radius 1 meter dan dalam jangka waktu 15 menit atau lebih.
    • Sentuhan fisik langsung dengan kasus probable atau konfirmasi (seperti bersalaman, berpegangan tangan, dan lain-lain).
    • Orang yang memberikan perawatan langsung terhadap kasus probable atau konfirmasi tanpa menggunakan APD yang sesuai standar.
    • Situasi lainnya yang mengindikasikan adanya kontak berdasarkan penilaian risiko lokal yang ditetapkan oleh tim penyelidikan epidemiologi setempat (penjelasan sebagaimana terlampir).

Pada kasus probable atau konfirmasi yang bergejala (simptomatik), untuk menemukan kontak erat periode kontak dihitung dari 2 hari sebelum kasus timbul gejala dan hingga 14 hari setelah kasus timbul gejala.

Pada kasus konfirmasi yang tidak bergejala (asimptomatik), untuk menemukan kontak erat periode kontak dihitung dari 2 hari sebelum dan 14 hari setelah tanggal pengambilan spesimen kasus konfirmasi.

 
  1. Pelaku Perjalanan : Seseorang yang melakukan perjalanan dari dalam negeri (domestik) maupun luar negeri pada 14 hari terakhir.
 
  1. Discarded : Discarded apabila memenuhi salah satu kriteria berikut:
    • Seseorang dengan status kasus suspek dengan hasil pemeriksaan RT- PCR 2 kali negatif selama 2 hari berturut-turut dengan selang waktu >24 jam.
    • Seseorang dengan status kontak erat yang telah menyelesaikan masa karantina selama 14 hari.
 
  1. Selesai Isolasi : Selesai isolasi apabila memenuhi salah satu kriteria berikut:
    • Kasus konfirmasi tanpa gejala (asimptomatik) yang tidak dilakukan pemeriksaan follow up RT-PCR dengan ditambah 10 hari isolasi mandiri sejak pengambilan spesimen diagnosis konfirmasi.
    • Kasus probable/kasus konfirmasi dengan gejala (simptomatik) yang tidak dilakukan pemeriksaan follow up RT-PCR dihitung 10 hari sejak tanggal onset dengan ditambah minimal 3 hari setelah tidak lagi menunjukkan gejala demam dan gangguan pernapasan.
    • Kasus probable/kasus konfirmasi dengan gejala (simptomatik) yang mendapatkan hasil pemeriksaan follow up RT-PCR 1 kali negatif, dengan ditambah minimal 3 hari setelah tidak lagi menunjukkan gejala demam dan gangguan pernapas

Ketentuan lebih lanjut mengenai kriteria selesai isolasi pada kasus probable/kasus konfirmasi dapat dilihat dalam Bab Manajemen Klinis.

 
  1. Kematian : Kematian COVID-19 untuk kepentingan surveilans adalah kasus konfirmasi/probable COVID-19 yang meninggal.

Daftar Rumah Isolasi COVID-19

(Berikut daftar lengkap rumah isolasi COVID-19 di Kabupaten Kediri)

CORONA

(Pelajari definisi CORONA pada infografis di bawah ini)

WhatsApp Image 2020-06-08 at 09.54.20

Apakah Corona Virus dan COVID-19 itu?

Coronavirus merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Pada manusia biasanya menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan, mulai flu biasa hingga penyakit yang serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernafasan Akut Berat/ Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus jenis baru yang ditemukan pada manusia sejak kejadian luar biasa muncul di Wuhan Cina, pada Desember 2019, kemudian diberi nama Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-COV2), dan menyebabkan penyakit Coronavirus Disease-2019 (COVID-19).

5

Apa saja gejala COVID-19?

Gejala umum berupa demam ≥380C, batuk kering, dan sesak napas. Jika ada orang yang dalam 14 hari sebelum muncul gejala tersebut pernah melakukan perjalanan ke negara terjangkit, atau pernah merawat/kontak erat dengan penderita COVID-19, maka terhadap orang tersebut akan dilakukan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut untuk memastikan diagnosisnya. Daftar negara terjangkit dapat dipantau melalui website ini.

Bagaimana manusia bisa terinfeksi COVID-19?

Seseorang dapat terinfeksi dari penderita COVID-19. Penyakit ini dapat menyebar melalui tetesan kecil (droplet) dari hidung atau mulut pada saat batuk atau bersin. Droplet tersebut kemudian jatuh pada benda di sekitarnya. Kemudian jika ada orang lain menyentuh benda yang sudah terkontaminasi dengan droplet tersebut, lalu orang itu menyentuh mata, hidung atau mulut (segitiga wajah), maka orang itu dapat terinfeksi COVID-19. Atau bisa juga seseorang terinfeksi COVID-19 ketika tanpa sengaja menghirup droplet dari penderita. Inilah sebabnya mengapa kita penting untuk menjaga jarak hingga kurang lebih satu meter dari orang yang sakit.

 

Pencegahan Penyebaran Virus Corona

(Panduan Dari WHO)

Cuci Tangan Sesering Mungkin

Cuci tangan secara teratur dan menyeluruh dengan sabun dan air atau cairan berbasis alkohol. Kenapa? Mencuci tangan dengan sabun dan air atau menggunakan cairan berbasis alkohol dapat membunuh virus yang mungkin ada di tangan.

Jaga Jarak

Jaga jarak setidaknya 1 meter antara Anda dengan siapa saja yang batuk atau bersin. Kenapa? Ketika seseorang bersin atau batuk, mereka menyemprotkan tetesan cairan kecil yang mungkin mengandung virus dari hidung atau mulut. Jika Anda terlalu dekat dengan orang yang bersin atau batuk, Anda bisa menghirup tetesan cairan itu, termasuk virus penyebab Covid-19.

Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut

Tangan menyentuk banyak permukaan, dan di sana kemungkinan juga ada virus. Jika terkontaminasi, tangan dapat memindahkan virus ke mata, hidung, atau mulut. Dari sana, virus masuk ke tubuh dan bisa membuat sakit.

Lakukan Kebersihan Pernapasan

Kebersihan pernapasan berarti menutupi mulut dan hidung dengan siku tertekuk atau tisu saat Anda batuk atau bersin. Jika menggunakan tisu, segera buang tisu bekas itu. Hal ini harus dilakukan karena tetesan cairan yang keluar dari mulut dan hidung saat batuk atau bersin dapat menyebarkan virus ke orang lain. Dengan mengikuti kebersihan pernafasan yang baik Anda melindungi orang-orang di sekitar ari virus seperti flu dan COVID-19.

Jika Mengalami Demam, Batuk, dan Kesulitan Bernapas, Cari Perawatan Medis Sejak Dini

Jika Anda merasa tidak sehat, tetaplah di rumah. Jika Anda mengalami demam, batuk, atau sulit bernapas, segera cari bantuan medis. Jangan lupa ikuti arahan otoritas kesehatan setempat. Untuk diketahui, otoritas nasional dan lokal selalu memiliki informasi terbaru tentang situasi di daerah Anda.

Update Informasi dan Ikuti Saran Tenaga Medis

Selalu update informasi terkini terkait perkembangan Covid-19. Selain itu, ikuti saran yang diberikan oleh penyedia layanan kesehatan, Kemenkes, dan kesehatan lokal untuk melindungi diri sendiri dan orang lain.

Upaya Pencegahan 

(Galery Upaya Pencegahan Penyebaran Covid 19 Oleh Polres Kediri )

 

Aduan Masyarakat?

Silakan menyampaikan aduan atau laporan terkait COVID-19 di wilayah hukum POLRES KEDIRI pada kolom komentar di bawah.

Subscribe
Notify of
guest
1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
1
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x